Semangat!!!!
Cari Blog Ini
Kamis, 18 April 2013
RESEP PACARAN ALA ANAK TUHAN
Pas aku buka file-fileku.. tiba-tiba aku menemukan file ini. Hasil copas dari temenku hehe... lucu tapi mengena banget di aku... jadi aku juga pengen bagiin ke temen-temen blogger semua...
Resep Pacaran ala anak Tuhan
Bahan Dasar:
1 pak kasih Kristus
1 mangkuk besar Firman Tuhan
1 pak doa
Bahan untuk isi:
1 pria dan 1 wanita, pilih dengan bijak
1 gelas kasih sayang murni
2 sendok komitmen
2 sendok komunikasi
1 butir kesamaan visi
1 potong restu keluarga
Rasio dan emosi secukupnya
Bahan untuk Toping
Humor segar, pelayanan bersama
Pergi bareng secukupnya
Telepon2 juga sesuai kebutuhan
Cara membuat
Untuk dasar : kocok lepas Kasih Kristus sampai mengembang, tambahkan Firman Tuhan dan doa, aduk sampai rata dan tidak lengket.
Untuk isi : Cuci bersih hati pria dan wanita, buang semua hal kotor dari hati dan pikirannya. Rendam dalam kasih sayang yang murni hingga menyerap ke dalam.
Sesudah menyerap, tambahkan kesamaan visi dan restu keluarga, bubuhkan rasio dan emosi.
Sebagai bahan pengawet alami, tambahkan komitmen dan komunikasi aduk rata.
Untuk toping : campurkan semua
Siapkan loyang, alasi dindingnya dengan bahan dasar, masukkan ke dalamnya bahan isi..taburi atasnya dengan kegiatan pelayanan dan humor segar, pergi bareng dan telepon secara merata
Panggang dengan api sedang sampai berwarna kecoklatan dan mengeluarkan bau yang harum
Siap disajikan.
Lama persiapan
Minimal 6 bulan…jadi ga ada yang instan..(liat… suka…langsung tembak..) tapi wajib lewat masa pergumulan dan doakan bersama!
Daya tahan
Pasti awet deh..!
Pesan sebelumnya
Berdoalah senantiasa (1 Tes 5:17), terutama saat berpacaran
Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu (Ef 5:20), saling sharing apakah yang membuat kalian bersyukur pada Tuhan.
Lakukan segala sesuatu berdasarkan iman (Rm 14:23), setiap yang diperbuat harus ingat tanggung jawab langsung pada Tuhan
Dirimu dan dirinya adalah bait Roh Kudus, jadi dirimu bukanlah milikmu sendiri..apalagi milik pacarmu..karena kamu sudah dibayar lunas oleh darah Kristus, jadi muliakanlah Tuhan dengan tubuhmu, 1 Kor 6:19-20
semangat selalu, GBU :)
*Buat Temenku makasih udah share ini...:-)
Senin, 15 April 2013
GOD is Good All The Time
Yapz… itulah yang terpikir dan aku rasakan saat ini “God is good all the time”. Jika ditanya kok bisa? Kenapa? Aku pasti akan jawab.. iyalah. Buktinya selama aku hidup sampai sekarang ini, ga pernah tuch aku lihat Tuhan berbuat yang tidak baik padaku. “udah ga usah sok rohani dweh… ya itu kamu, beda dengan aku” mungkin akan ada orang yang bilang getow ke aku.. but aku bisa buktikan kalo God is good all the time.
Contoh kecilnya aja peristiwa yang baru aja kemaren aku alami. Sore sekitar jam 5-an aku siap-siap pulang abis pelayanan di sebuah sekolah. Langit mendung dan titik-titik air sudah mulai berjatuhan. Aku berjalan bersama-sama dengan beberapa remaja yang aku layani sambil aku mencari ojek untuk pulang ke rumah. Jalanan begitu ramai, bising, semua berebutan ingin segera sampai ketempat yang dituju. Lama ojek yang ku tunggu-tunggu tak juga menampakkan diri. Sambil melihat keramaian di jalan aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan “Tuhan hujan sudah mulai turun, kirimkan aku ojek yang tepat sehingga aku bisa sampai rumah dengan selamat tanpa kebasahan. Dalam nama Yesus Amien”. Sebuah doa singkat yang aku ucapkan dalam hati. Begitu selesai berdoa, tiba-tiba sebuah motor menghampiriku dan ternyata setelah aku lihat ternyata itu bapak demikian aku menyebutnya. Karena aku tinggal bersama dengan keluarganya selama hampir 4 bulan ini (note: anak rantau). Tuhan baik bahkan sangat baik. Dia menjawab doaku.. lebih dari yang aku harapkan. Aku bisa sampai rumah dengan selamat, tidak kebasahan karena hujan dan aku tidak keluar ongkos untuk naik ojek hehehe…(ini berkat plus plusnya)
Itu baru satu contoh dan masih banyak hal lain lagi kebaikan-kebaikan Tuhan yang terus saja aku rasakan dalam hidupku. Memang bukan melulu hal-hal yang menyenangkan saja. Tapi dalam setiap masalah pun aku terus belajar bahwa Tuhan itu baik. Seandainya saat ini aku ga tinggal di luar kota, meski aku harus belajar beradaptasi dengan budaya yang baru, suasana baru, jenis-jenis makanan baru, orang-orang baru (semuanya baru). Aku ga akan tahu apa itu “hidup mandiri”. Yaa awalnya aku ngerasa “dibuang” but sekarang aku merasakan bahwa ini semua adalah untuk kebaikanku. Jika aku tetap tinggal maka aku hanya menjadi anak manja yang ga mampu hidup mandiri.
Finally…I can say to Jesus… God is good all the time. Praise The Lord.
(Parepare, 10 April 2013)
Kamis, 01 November 2012
Aku Percaya
Aku Percaya
Tiada yang seperti Engkau
Begitu mengasihiku
Kau Tuhan sanggup menjawab semua seru doaku
Tiada yang seperti Engkau
Begitu mengasihiku
Kau Tuhan sanggup melawat
Seluruh kehidupanku
Aku percaya Tuhanku ajaib
Kau turun tangan memulihkanku
Aku percaya Tuhanku dasyat
Kau turun tangan memberkatiku
Lagu pujian dari Sari Simorangkir "Aku Percaya" diatas hari ini sangat terasa begitu hidup dalam diriku. ditengah masalah yang aku hadapi, akibat kesalahanku sendiri lebih tepatnya sebuah kebodohan yang telah aku lakukan. Aku gak tau lagi mesti gimana.. sepertinya ga ada jalan keluar. aku tersudut dan hanya tembok yang mengelilingiku... yang bisa aku lakukan adalah percaya kepada Tuhan, hanya kepadaNya aku bisa berharap. Dialah Tuhan Allah yang sanggup untuk menolongku, memulihkanku dan memberkatiku... Tuhan Yesus terimakasih. Terimakasih Tuhan Yesus untuk pertolonganMu.... Praise The Lord
Selasa, 23 Oktober 2012
Yesus No. 1
Belajar mendengarkan memang bukan suatu hal yang mudah. Tapi satu jadi berkat tersendiri buatku. Aku bukan pendengar yang baik tapi seenggak-enggaknya aku belajar untuk bisa melakukannya . Adakalanya aku gagal dan hampir saja kehilangan kepercayaan dari orang-orang disekitarku, karena keegoisanku menuntut untuk membenarkan pendapatku tentang sesuatu, ketika aku membiarkan keegoisanku menyita seluruh perhatianku.
Allah memperlihatkan bagaimana Dia bekerja melaluiku dengan cara-caranya yang ajaib. Saat aku merasa hancur, kehilangan kepercayaan diri. Allah mengirimkan kepadaku menceritakan semua masalahnya, menceritakan pergumulan-pergumulan terberat. Dengan kehadiran mereka, Allah menyadarkanku Aku bahwa kegagalanku tak bisa menghalangi Allah untuk layak melayani Dia… kembali belajar menyediakan “kedua telingaku” untuk mendengar. Belajar untuk tidak menjadi mahluk egois dan individualis…
Aku bersyukur untuk setiap proses itu… memang belum sepenuhnya sempurna but I trust with Jesus. Dia-lah Tuhan yang akan menyertaiku, memimpinku, menolongku sehingga aku bisa berhasil melewatinya. Tuhan mengajariku bagaimana berjalan bersama Dia, mengutamakan Dia dan trus belajar untuk menjadikan Dia sebagai nomor 1 dalam hidupku.
“Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu” (Ulangan 4:24)
Senin, 22 Oktober 2012
What Would Jesus Do?
Ya... beberapa hari yang lalu barusan aku nonton film WWJD. Film lama seh tapi inspired banget...:-).
Tanpa aku sadari ternyata aku sudah jauh melangkah meninggalkan kasih mula-mula yang Tuhan karuniakan kepadaku. Aku merasa hidupku fine-fine aja... aku masih pelayanan, aku masih hal-hal yang sama. Di luar memang aku terlihat "good person" but ternyata aku ga sebaik yang mereka (orang lain) kira. kehidupanku "stuck". aku merasa imanku seperti donat... relasi pribadiku dengan Tuhan kacau... hidupku ga beres... tapi aku masih dengan bangga melayani Tuhan...
What Would Jesus Do? aku tersentak saat liat film ini... what can i do? apa yang harus aku lakukan? supaya hidupku kembali padaNya
Yesus harus jadi nomor satu dalam kehidupanku... ya, inilah jawabanya.. Tuhan ga pernah ninggalin aku... yang Dia mau aku ngasih hidupku sepenuhnya buat Dia. Tuhan jadi prioritas utama dalam kehidupanku lebih dari diriku...
Terimakasih Tuhan Yesus..
"...condongkanlah hatimu kepada Tuhan..." (Yosua 24:23)
Langganan:
Postingan (Atom)